Kumpulan Novel: MISTERI LAGU NINA BOBOK.........
Sekitar tahun 2004 datang keluarga
kecil yang pindah dipulau jawa yang berasal dari Jakarta disebuah rumah
jawa kuno yang kabarnya dulu pada jaman belanda ada sebuah kelurga kecil
yang tinggal dirumah jawa ini dan mempunyai seorang anak perempuan yang
bernama nina, karena demam tinggi dan tidak sempat menciptakan lagu
serta menyanyikannya untuk nina akhirnya nina meninggal dunia, namun
keluarga kecil dari Jakarta tidak begitu percaya pada mitos tersebut.
Ketika sudah sampai dirumah jawa tersebut wina 6tahun anak dari yoga
dan vina yang akan menempati rumah jawa tersebut mendengar suara
nyanyian Nina Bobok yang dibawakan oleh seorang wanita didalam kamar
dengan merdunya, wina lalu menceritakan kepada ibunya yang sedang
beres-beres.
“Mama, wina dengar ibu-ibu lagi nyanyi Nina Bobok didalam kamar”
“Apa wina sayang, jangan aneh-aneh lah, mama nggak suka”
“beneran Ma wina dengar”
“Wina, mama mohon jangan ngada-ngada mama lagi sibuk beres-beres, Ya sudah kamu sama papa aja ya”
“Papa, wina tadi dengar suara ibu-ibu nyanyi Nina Bobo didalam kamar itu”
Papa nina menjawab dengar tertawa kecil seakan meremehkan perkataan wina tersebut?
“Wina
dirumah ini tidak ada siapa-siapa kecuali ada papa, mama, dan wina,
kalau wina tidak percaya ayo kita kekamar yang katanya wina ada
hantunya”
Lalau wina diajak ayahnya kekamar yang membuat wina
ketakutan, pas sudah didepan pintu kamar wina mendengar teriak-teriakan
kecil namun papanya tidak mendengarnya, ketika papa wina akan
membukanya, nina berusaha untuk mencegahnya.
“Papa jangan dibuka……”
Ketika
papanya sudah membuka pintu itu dan melihat kedalam tidak ada apapun
yang ada Cuma ranjang, lemari dan lukisan seorang anak kecil, lalu papa
wina menghampiri wina dan mengajak kedalam serta memberitahu bahwa tidak
ada apa-apa dikamar ini, dan wina pun ditawari ayahnya untuk menempati
kamar tersebut.
“wina mau kan tidur dikamar ini, bagus lo kamarnya”
“Wina nggak mau ayah disini ada hantunya”
“”Wina
papa kan sudah bilang hantu itu tidak ada jadi wina nggak boleh takut
lagi, Papa ngerti kok wina belum terbiasa dengan rumah baru kita, ya
sudah wina ikut papa ketaman ya”
Jawab wina dengan wajah yang masih ketakutan?
“ia papa”
Saat
akan meninggalkan kamar itu terdengar lagi suara nyanyaian Nina Bobok
oleh wanita misterius itu, wina biggung apa yang harus ia perbuat dan
harus bercerita kepada siapa bahwa rumah yang ia tinggali bersama papa
dan mamanya itu berhantu.
Handpone mama wina berbunyi pertanda
ada yang meneleponya saat itu, lalau mama wina segera mengangkatnya saat
sedang membersikan ruang tamu yang penuh debu.
“HALO……..dengan siapa ya”
“Tante Ini Frans kakanya kamaya”
“OW…Frans bagaimana kabarmu dan keluarga disana”
“Tidak baik tante ayah dan ibu sudah meninggal karena kecelakaan pesawat saat akan pergi ke Korea”
“Tante turut berduka cita Frans”
“Ia
tante, Emmmm tante Frans minta tolong untuk beberapa bulan kedepan
Kamaya tinggal dirumah tante, soalnya Frans ada kerjaan diKorea karena
client ayah ada disana”
“Oh…….ia Frans tentu saja tante mau, Rumah tante selalu terbuka buat kamu dan kamaya”
“Ngomong-ngomong alamat tante ada dimana”
“DIjogja tepatnya dirumah jawa kamu tahu kan”
“Oh……Ia tante makasih tante, sudah dulu ya tante, Terimakasih”
Saat
sudah selesai terdengar ada yang jatuh dikamar yang membuat wina takut
membuat kaget mama wina namun mama wina berfikir mungkin itu Cuma tikus,
lalu mama wina menemui papa wina dan menceritakan kabar bahwa
keponakanya yang bernama Kamaya akan tinggal bersama mereka.
“Papa, Mama ada kabar buat papa”
“Apa ma sepertinya penting sekali”
“Papa masih ingat Kamaya keponakan mama yang ada dibatam”
“Oh.ia mama, Papa ingat ma, memang ada apa dengan Kamaya Ma”
“Kamaya
mau tinggal satu rumah sama kita karena si Frans mau ke Korea mengurusi
kerjaan ayahnya, Nasib mereka sungguh malang Pa harus ditinggal oleh
Ayah Dan Ibunya untuk selamanya”
Papa wina kaget saat mendengar kabar buruk itu?
“Berarti disini ada yang menjaga wina dong ma”
“Ia Papa, Wina senang kan Tante Kamaya akan tinggal bersama kita”
Wina hanya tersenyum……….
Karena waktu semakin sore Wina dan kedua orang tuanya masuk rumah……
sebuah
tempat tinggal yang mewah dan besar singgah 2 saudara yang
ditinggalakan oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan pesawat, Kamaya,
Frans serta para pembantunya berkumpul diruang tamu. Karena Frans akan
akan memeberi tahu bahwa Kamaya akan tinggal bersama tantenya dipulau
jawa.
“Selamat malam, disini saya akan memberikan informasi penting
yaitu Kamaya akan tinggal bersama Tante Vina yang saat ini beliau
tinggal dipulau jawa tepatnya dirumah jawa”
Kamaya kaget saat
mendengar keputusan yang diberikan kak Frans untuknya, karena sebenarnya
Kamaya tidak ingin pindah sebab masih ada para pembantunya yang masih
bisa mengurusi segala keperluannya.
“nggak kak Kamaya nggak mau, kamaya masih pengen tinggal disini karena almarhum ayah dan ibu belum genap 10 hari kak”
“Kakak
tahu Kamaya Ini yang terbaik untukmu, karena Kakak akan pergi ke Korea
untuk menyelesaikan bisnis ayah disana, kakak mohon”
Kamaya
terdiam sejenak tanpa satu kata pun, salah satu pembantunya terlihat
khawatir dengan Kamaya seperti mau memeberikan informasi penting.
Beberapa menit kemudian kamaya memberikan keputusan pada kakaknya
tersebut.
“Baik kak, Kamaya mau ikut Tante Vina dijawa, tapi dengan satu syarat”
“Apa itu Kamaya”
“Kamaya ingin kakak jangan lama-lama diKorea”
“Ia
Kamaya…Ya sudah kakak mau mengurusi paspor dan visa untuk berangkat
minggu depan dan besok kamu akan kakak antar ketempat Tante Vina di jawa
disana kamu bisa jaga Wina”
“Ia kak”
Lalau Frans meninggalakan kamaya………….
Begitu
terpukulnya Kamaya kehilangan kedua orang tuanya yang ia sayangi,
Kamaya yang dulu ceria kini menjadi pemurung, hari-hari ini pembantunya
melihat kamaya sering melihat keluar jendela sambil melamun, pembantunya
tersebut mendekati dan memeberi tahu tentang rumah jawa yang ia dengar
tadi.
“Non Kamaya, maaf Bibik menganggu, Bibik mau bercerita tentang
rumah jawa yang diceritakan oleh Den Frans tadi supaya Non Kamaya bisa
jaga diri disana”
Kamaya lalu menoleh kearah pembantunya dengan mata penuh misteri yang membuat pembantunya gugup.
“Maksud Bibik apa? “
“Bibik
asli orang jawa, dulu waktu bibik kecil dijawa dekat tempat Tante Non
kamaya tinggal, jadi bibik sedikit tahu tentang rumah jawa itu”
“Apa ditempat Tante Vina ada penunggunya”
“Emmm
ya begitulah Non, Tapi sudah melegenda non, jadi kalau non denger lagu
Nina Bobok yang dinyanyikan oleh seorang wanita dan suara anak nangis
jangan digubris Non, Satu lagi Non Konon Jaman belanda dulu ada seorang
kelurga yang mempunyai anak yang meninggal karena demam tinggi dan anak
itu tidak sempat dinyanyiin lagu, jadi penasaran sampai sekarang”
Lalu pembantu tersebut meningglkan kamaya, dengan penuh rasa ketakutan….
Pagi
itu, kamaya sedang beres-beres barang yang ia akan bawa ke jawa,Kamaya
melihat foto ayah dan ibunya dan masih teringat saat orang tuanya masih
hidup setiap pagi selalu sarapan bersama-sama, namun kenangan hanya
tinggal kenangan yang tidak akan pernah terulang kembali.
“Kamaya Ayo kita berangkat ntar ketinggalan pesawat”
Kata Frans……
“Ia kak”
Saat akan menaiki mobil Kamaya berpamitan dengan pembantunya yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.
“Mbok, Pakde Kamaya pamit ya”
“Ia Non inget ya hati-hati disana”
Lalu
kamaya tersenyum dan lekas masuk mobil, ketika mobil jalan serta
menjauh dari rumahnya terlihat mendiang almarhum ayah dan ibunya
terlihat sedang melambaikan tangan seolah mereka masih ada namun kamaya
hanya berfikir ini hanya halusinasi belaka karena rasa kangenya yang
amat mendalam terhadap ayah dan ibunya.
Ketika sampai dibandara
Kamaya Dan Frans lekas masuk Ke pesawat karena jadwal pemberangkatan
Batam Ke Jawa akan segera lepas landas……..
3 jam sudah berlalu
Kamaya Dan Frans sudah sampai dipulau jawa dan meninggalkan Batam tempat
kelahiran mereka berdua, lalu Frans ditelfon oleh Om yoga karena mereka
akan dijemput.
“Frans Ini om Yoga, kamu dimana sekarang”
“Ia om saya dan Kamaya sudah sampai dibandara Om dimana”
“Kamu dan kamaya lagsung aja menuju ke pintu masuk bandara”
“Ia om”
Lalu mereka menuju ketempat om yoga yang telah menunggu…….
Sesampainya
didepan pintu masuk bandara ia langsung masuk mobil dan berangkat
kerumah omnya, mereka juga sambil bercerita bahwa hidup dijawa sungguh
enak bisa menikmati pemandangan yang indah dan masih asri, saat itu
Frans dan Om yoga sedang asik-asiknya ngobrol, Kamaya hanya terdiam
memikirkan perkataan pembantunya bahwa rumah jawa itu ada penghuni
mahluk halus.
Sesampainya mereka dirumah Om yoga, Frans dan Kamaya disambut oleh wina dengan suka ria…
“Tante Kamaya, apa kabar?”
“Baik wina, wina sendiri dirumah baru suka nggak”
Lalu wina membisikan kata-kata yang membuat Kamaya kaget…..
“Wina Takut Tante dirumah wina ada suara-suara aneh”
Kamaya
tegang saat mendengar cerita dari wina, Konon anak seumuran wina masih
bisa berkomunikasi dengan makluk halus, dan itu adalah kenyataan.lalu
Mama wina mengajak Frans dan Kamaya untuk masuk rumah namun wina saat
itu memegang tangan Kamaya seerat mungkin dan mengatakan?
“Aku takut Tante”
Kamaya
menyakinkan wina bahwa dirumahnya tidak ada apa-apa, Kamaya sebenarnya
punya indera yang bisa melihat mahluk halus secara kasap mata, ketika
akan masuk rumah tersebut Kamaya merasakan hawa negative menyelimutinya
seolah ada yang tidak suka ia masuk rumah tersebut, saat wina dan Kamaya
akan melewati kamar yang membuat wina takut, Kamaya merasakan ada
sesuatau yang mematai-matainya dari belakang dan dari depan entah itu
sebuah arwah yang tak tenang.
Saat sudah berkumpul dan istrirahat
diruang tamu Kamaya Dan Frans minum the hangat agar perasaan dan
pikiran menjadi rileks, Lalu Tante vina menanyakan sesuatu hal.
“Kamaya kamu yakin mau tinggal disini….”
Kamaya terdiam seolah-olah ia sedang dipermainkan?
“Ia tante memang Kenapa”
“Awas disini ada seorang yang menyanyi lagu nina bobok tiap malam dan tangisan anak kecil”
Kamaya terdiam dan wajahnya pucat karena cerita dari tantenya itu?
“hahahahahhaha Takut ya Kamaya, tenang kamaya disini mana ada hantu, itu Cerita konyolnya wina”
Lalu
Kamaya menjawabnya dengan serius seolah-olah ia ingin menyakinkan bahwa
makluk halus dan dunia lain itu ada dan dekat dengan kita.
“Itu memang ada tante tepat disamping kita berada”
Tante vina lalu mengalihkan pembicaraan saat itu pada frans yang sedang asyik-asyiknya minum the dan melihat siaran Televisi.
“Frans Kamu kapan berangkat Ke Korea”
“Mungkin minggu depan Tante dan besok harus pulang kejakarta lagi karena ada yang harus diselesaikan”
“ow ia ia”
Malam
kelam mulai datang menyelimuti rumah Jawa, terdengar suara burung gagak
pertanda ada sesosok arwah yang datang pada malam itu, Wina dan kamaya
sedang asyik-asyiknya bermain boneka bersama-sama dikamar wina dekat
kamar kosong yang ditakuti wina, sekitar pukul 10.00 malam terdengar
suara nyanyian Nina Bobok yang merdu bagaikan penyanyi ulung.
“Nina bobo, oh.. nina bobo..
Kalau tidak bobo di gigit nyamuk…”
Lagu
itu diulang bekali-kali selama setengah jam mungkin saat itu yang bisa
mendengar wina dan Kamaya saja, karena rasa penasaran itu melanda mereka
berdua, kamaya putuskan untuk mencari sosok wanita yang menyanyikan
lagu ninak bobo tersebut dikamar sebelah wina. Wina saat itu benar-benar
ketakutan namun kamaya mencoba menenangkannya jangan sampai teriak,
Kamaya keluar kamar untuk menuju kekamar yang misterius itu, sesampainya
didepan pintu? suara itu tetap tidak menghilang malah tambah keras,
tangan kamaya bergetar hebat saat akan membuka pintu dan……..
“Kak jangan dibuka….”
Sahut
wina sekeras mungkin membuat semua penghuni rumah terbangun oleh
suaranya, kamaya terdiam saat Tante Vina sudah ada disampingnya dan
datang lah om yoga serta Kak Frans.
Tanya Tante Vina pada kamaya?
“Ada apa ini kamaya dan kenapa kamu ada disini”
“Maaf tante, tadi disini ada suara orang nyanyi lagu Nina Bobok”
“Apa ada yang nyanyi nina bobok, ah….ngaco kamu kamaya”
Lalu tante vina masuk kekamarnya lagi dengan om yoga, sedangkan kan frans memberi saran untuk ku.
“Kamaya makanya sebelum tidur berdoa dulu”
Kamaya hanya terdiam sambil memegang erat tangan wina yang sedari tadi ketakutan.
Pada
suatu pagi yang mendung, semua orang rumah beraktivitas seperti
biasanya namun kakak kamaya harus pulang ke Jakarta pagi itu, sebenarnya
berat untuk meninggalkan kamaya disini namun apa daya frans karena
harus meniti masa depan yang lebih baik agar tidak menyusahkan
keluarganya atau orang lain.
“Kamaya kak Frans pamit ya, kamu jaga diri disini, jangan malas-malasan ya”
“ia kak, tapi kamaya juga pesan kakak harus percaya dengan cerita kamaya bahwa dirumah ini tidak beres”
“maksud kamu apa kamaya”
“Oh…..tidak kak”
Sahut tante vina dan om yoga…..
“Hati-hati dijalan ya Frans, kalau sudah pulang nanti kamu mampir kesini”
“ia tante itu pasti, wina om pamit ya”
“ia om……”
Frans lalu berlekas masuk mobil dan meninggalkan kamaya…….
Terlihat
begitu sedih kamaya saat itu namun, demi kebaikan kakaknya dan dirinya
kelak, Tante vina mencoba member motivasi agar kamaya semangat dan
selalu ceria.
“Tenang kamaya kakakmu tidak apa-apa, ayo ikut tante masak didapur sama wina”
“ia tante…..”
Saat
akan kedapur harus melewati kamar yang misterius itu terdengar suara
anak kecil nangis, kamaya berhenti sejenak mendengarkan suara itu
semakin didengar semakin keras, dan pada saat itu dikagetkan oleh tante
vina.
“Hayo…….ngapain kamaya”
“Tante dengar suara tadi”
“Suara apa………”
“nggak tante, tante kamaya pengen pindah kamar ke kamar kosong ini….nanti biar kamaya yang bersihin”
Wina sepertinya berusaha tidak mengijinkan karena takut hantu wanita itu akan marah pada kamaya.
“Jangan kak kamaya nanti hantu wanita dan anak kecil itu marah”
Lalu tante vina mengalihkan pembicaraan lagi karena masih tak percaya dengan adanya makluk halus.
“Udah apaan si kalian debat yang nggak penting, Ya sudah kamaya boleh menempati kamar itu”
Saat
kamaya sedang beres-beres baju dikamar wina, wina datang menghampiri
kamaya dengan membawa serenteng bawah putih untuk kamaya agar tak
diganggu makluk halus yang selama ini sering menampakan diri.
“Kak kamaya aku punya sesuatu buat kakak biar nggak diganggu hantu itu lagi, terima ya kak aku udah susah payah buatnya”
Jawab kamaya?
“Ia wina sayang makasih ya, oya ikut kakak yok bersih-bersih kamar”
Wina?
“ayok kak”
Lalu
mereka berdua menuju kekamar yang misterius itu dan membukanya secara
perlahan-lahan, sungguh kotor kamar itu sudah berapa lama kamar itu
tidak dipakai hingga penuh debu membuat pengap, kamaya lalu membuka
jendela kamar agar pengapnya keluar dan timbul matahari begitu terlihat
barang-banrang yang tergeletak ada semacam kertas kusam diatas kasur,
kamaya lalu mengambilnya dan berisikan bait lagu nina bobok.
Kamaya
berfikir bahwa yang diceritakan selama ini, ia yakin bukan kisah real
nya asal mula lagu nina bobok ini, kamaya yakin dibalik wanita misterius
dan tangisan anak kecil itu ada kaitanya dengan kertas yang berisikan
bait ini, ia langsung membereskan kamar itu hingga rapi dan bersih.
Malam itu……….
Didalam
kamar yang sepi kamaya tertidur pulas seakan sedang bertemu ibunya dan
kamaya dipangkuan ibunya dinyanyikan lagu nina bobok yang membuat
tidurnya nyaman, tapi semakin lama semakin menyeramkan suaranya membuat
kamaya tebangun.
Kamaya sadar ada yang memenggil-manggil namanya,
terlihat sesosok anak kecil berada didepan lemari sambil menangis,
kamaya memanggil –manggil wina, mungkin dikira wina.
“wina-wina ngapain kamu disitu”
Tangisan
itu makin keras……..dan berbalik, sungguh menyeramkan hingga kamaya
langsung berlari meninggalkan kamar itu, ketika akan membuka pintu
sungguh sulit hingga anak kecil itu memegang tubuh kamaya dan kamaya
seperti sedang dalam kisah opera nyata yang tak mungkin masuk akal
manusia.
(Cerita kebenaran yang digambarkan anak kecil itu yang bernama (NINA)
Beberapa
dekade setelah kedatangan Cornelis de Houtmen di Banten, warga negara
Belanda dari berbagai kalangan sudah memenuhi pulau Jawa dan pulau-pulau
lainnya di Indonesia. Alkisah seorang gadis belia asal Belanda bernama
Nina Van Mijk, gadis yang berasal dari keluarga komposer musik klasik
sederhana yang menetap di Nusantara untuk memulai hidup baru karena
terlalu banyak saingan musisi di Belanda.
Hidup Nina berjalan
normal seperti orang-orang Belanda di Nusantara pada umumnya,
berjalan-jalan, bersosialisasi dengan penduduk pribumi, dan mengenal
budaya Nusantara. Kedengaran indah memang, tapi semenjak kejadian aneh
itu keadaan menjadi berbanding terbalik. Kejadian aneh itu terjadi pada
suatu malam badai, petir gak henti-hentinya saling bersahutan. Dari
dalam kamarnya Nina menjerit keras sekali, di ikuti suara vas bunga yang
terjatuh dan pecah.
Ayah, Ibu serta pembantu keluarga Nina
menghambur ke kamar Nina. Pintu terkunci dari dalam, akhirnya pintu itu
didobrak oleh ayah Nina. Dan satu pemandangan mengerikan disaksikan oleh
keluarga itu, terlihat diranjang tidur Nina melipat tubuhnya kebelakang
persis dalam posisi kayang merayap mundur sambil menjerit-jerit dan
sesekali mengumpat-ngumpat dengan bahasa Belanda. Rambutnya yang lurus
pirang menjadi kusut gak keruan, kelopak matanya menghitam pekat. Itu
bukan Nina, itu adalah jiwa orang lain didalam tubuh Nina.
Nina Kerasukan!
Sudah
seminggu berlalu semenjak malam itu, Nina dipasung didalam kamarnya.
Tangannya diikat dengan seutas tambang. Keadaan Nina makin memburuk,
tubuhnya semakin kurus dan pucat, rambut pirang lurusnya sudah kusut gak
karuan. Ibu Nina hanya bisa menangis setiap malam ketika mendengar Nina
menjerit-jerit. Ayah Nina gak tahu harus berbuat apa lagi, karena
kejadian aneh seperti ini gak pernah diduganya. Karena putus asa dan gak
tahan melihat keadaan anaknya, ayah Nina pulang ke Belanda sendirian
meninggalkan anak dan istrinya di Nusantara. Pembantu rumahnya pun pergi
meninggalkan rumah itu karena takut. Tinggallah Nina yang dipasung dan
Ibunya disatu rumah yang gak terurus.
Kembali lagi pada satu malam
badai namun aneh, saat itu terdengar Nina gak lagi menjerit-jerit
seperti biasanya. Kamarnya begitu hening, perasaan ibu Nina bercampur
aduk antara bahagia dengan takut. Bahagia bila ternyata anaknya sudah
sembuh, tetapi takut bila ternyata anaknya sudah meninggal.
Ibu Nina
mengintip dari sela-sela pintu kamar Nina, dan ternyata Nina sedang
duduk tenang diatas ranjangnya. Gak berkata apa-apa tapi sejurus
kemudian dia menangis sesengukan. Ibu Nina langsung masuk kedalam
kamarnya dan memeluk Nina erat-erat. Sambil menangis nina berkata:
“Ibu, aku takut..”
Lalu Ibunya menjawab sambil menangis pula.
“Gak apa nak, Ibu ada disini. Kamu gak perlu menangis lagi, ayo kita makan. Ibu tahu kamu pasti lapar..”
“Aku gak lapar, tetapi bolehkah aku meminta sesuatu?”
“Apapun nak..! apapun..!!”
“Aku ngantuk, rasanya aku akan tertidur sangat pulas. Mau kah ibu nyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untukku?”
Ibu
Nina terdiam, agak sedikit gak percaya dari apa yang didengar oleh
anaknya. Tapi kemudian ibu Nina berkata sambil mencoba tersenyum.
“Baiklah, ibu akan menyanyikan sebait lagu untukmu..”
Setelah
sebait lagu itu Nina terlelap damai dengan kepala dipangkuan ibunya,
wajah anggunnya telah kembali. Ibu Nina menghela nafas lega, anaknya
telah tertidur pulas. Tapi..
Nina gak bergerak sedikit pun, nafasnya
gak terdengar, denyut nadinya menghilang, aliran darahnya berhenti. Nina
telah tertidur benar-benar lelap untuk selamanya dengan sebuah lagu
ciptaan ibunya sebagai pengantar kepergian dirinya setelah berjuang
melawan penderitaan.
Lagu tersebut sudah ada sejak nenek moyang kita.
Tapi tahu kah anda di balik lagu yang cukup sederhana itu ada kisah
tragis di balik ceritanya? Kelihatan memang gak ada yang ganjil dari
lagu tersebut, tapi pernahkah anda coba bertanya pada seseorang tentang
siapakah gadis bernama Nina dari lagu tersebut?
Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini untuk pengantar tidur
anak-anak anda yang masih kecil (bayi), tepat ketika anda meninggalkan
kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan
membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya dengan sebuah
lagu.
Ketika kamaya sadar ia ingat bahwa semua ini terjadi agar pandangan
mitos ini bukan sekedar mitos tapi memang kenyataan mulai dari
terciptanya lagu dan kisah-kisah tragis, sebenarnya masih banyak lagi
kisah-kisah yang berhubungan dengan mitos namun itu akan menjadi sejarah
tersendiri. Dan ingat satu hal lagi bahwa dunia lain itu ada percaya
atau tidak percaya itu kenyataan ada tapi kita sebagai manusia harus
percaya pada kuasa tuhan.
5 bulan kemudian…………
Semenjak kejadian yang kamaya alami ia sudah
tidak takut lagi dengan suara anak kecil nangis dan suara nyanyian Nina
Bobok dari ibu nina, saat itu juga kamaya akan meninggalkan rumah tante
vina itu karena ia sudah dijemput kakaknya untuk ikut kekorea, apa yang
ia alami akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Saat kamaya sedang melihat kamar yang misterius itu ia sadar ada
sebuah lukisan entah itu wajah siapa akan menjadi sebuah misteri, saat
akan meninggalakan kamar itu kamaya melihat lukisan itu menangis darah
dan datanglah sebuah alunan lagu Nina Bobok aku pun ikut menyanyi juga
sambil melihat wina yang ketakutan lagi sambil tersenyum. Setelah kamaya
masuk mobil dan berangkat terlihat dari kejauhan dirumah tante dan om
kamaya ada Nina dan Ibu Nina yang akan abadi dirumah itu.
Komentar
Posting Komentar