MISTERI DI BALIK KEMATIAN MIRA PART 1

“Bagaimana kamu bisa yakin kalau yang kamu lihat itu benaran mayat nya mira,hah?”.
Perempuan setengah baya itu berdiri dari tempat duduk dan mendekati anak
nya maira.Suasana di ruangan itu tegang,masih terlihat sekali dari raut
wajah nya maira,perempuan setengah baya itu adalah ibu asih mama tiri
nya mira sedangkan maira adalah kakak tiri nya mira.

Suara mobil terdengar jelas dari luar rumah mereka,mama tiri nya mira makin panic dengan suasana di ruangan itu.
“assalamuaa’alaikum,,,ma,,,” Maira langsung bersikap manis di depan papa
tiri nya itu,di ambil nya tas yang di pegang oleh papa tiri nya dan di
letak kan di atas meja tamu.papa tiri maira nama nya yanto dia adalah
papa kandung nya mira,mira adalah anak satu-satu nya bapak yanto pemilik
kebun teh dan kebun karet.
“loh,,,,ma,Mari kemana ma,kok seperti nya dia enggak kelihatan dari tadi”
Tiba-tiba saja suasana di ruang itu muai tegang,ibu asih mulai takut.Maira pun langsung menjawab pertanyaan papa tiri nya tadi.
“Mira belum pulang dari kebun teh pa”

Misteri Di Balik Kematian Mira Part 1 – Cerpen Horor

Ibu asih mulai membuka topik pembicaraan mengenai dengan anak tiri nya
mira.Dia mulai menyusun rencana untuk memfitnah dadang sopir pribadi nya
keluarga itu.
“Pa,,,mama mulai curiga deh sama sopir kita itu!”
“kenapa mama berfikiran seperti itu tentang dadang?”pak yanto menatap istri nya dalam-dalam.
Maira pun enggak mau kalah dengan mama nya dia juga ikut mengfitnah dadang sopir nya itu.
“iya pa,,,mai pun curiga juga sama dadang sejak kejadian kemarin pa,saat
aku sama mira berangkat ke sekolah di jalan kami hamper ketabrak pa”.
Seperti nya rencana ibu asih dan maira untuk menyingkirkan dadang dari
rumah itu berhasil,pak yanto mulai terpengaruh dan sejenak berfikir
tentang apa yang di beri tahu sama istri dan anak tiri nya itu.
“sudah lah ya,,papa capek,papa mau masuk kedalam kamar dulu,kalau mira sudah pulang kasih tahu papa”

Pak yanto pun beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ke kamar nya di atas.
Keesokan hari nya suasana rumah masih sepi,semenjak pembantu nya bibi
inah di usir sama pak yanto karena di fitnah sama maira dia menuduh bi
inah yang mencuri perhiasan dia.Maira belum bangun pagi karena hari ini
adalah hari minggu libur sekolah,mama nya pun membangun kan dia dan
menanyakan semua kejadian kemarin yang terjadi sama mira.
“sayang,,,bangun,,,mama mau bicara sama mai”
“apa sih ma,,,mai masih ngantuk ni ma,,,”
Maira pun melanjutkan tidur nya tanpa menghirau kan mama nya.Mama nya
pun enggak mau nyerah buat bangunin anak kesayangan nya itu.
“Mai,,,mau nanya tentang mira ni”.

Maira pun bangun enggak sanggup tidur lagi karena mama nya mengganggu
dia terus,maira pun pergi ke kamar mandi untuk membasah kan seluruh
tubuh nya biar kelihatan segar.Selesai maira mandi dia langsung
mengenakan pakaian santai nya dan bersandaran di bahu mama nya dengan
penuh manja.
“Mama pengen tahu mai gimana kejadian nya di kebun teh kemarin”
“gini ma,,,kemarin kan mira pergi sama maid an juga dadang,terus pas
sampai di kebun,dadang mai suruh tunggu di mobil mai sama mira yang
pergi ke kebun”
“terus ma,,,”
Mama nya maira enggak sabar dengan kelanjutan cerita anak nya tentang kejadian yang menimpa mira.
“sampai di puncak kebun teh mai hendak mau mendorong mira tapi,,,mai
kepeleset ma,mai yang mau jatuh dalam jurang di puncak kebun
the,tapi,,,,,,,,mira menolong mai,pas maisudah sampai ke atas mai dorong
mira dari belakang hingga mira jatuh dalam jurang ma,,,,hahahaaha”
Ibu dan anak itu tertawa seakan bahagia dengan apa yang di alami sama mira,dari luar kamar papa tiri nya maira memanggil mereka.
“ma,,,kemeja papa dimana,kok belum mama letak di atas kasur”
“iya pa,,,,sebentar”

Mama mai pun keluar dari dalam kamar nya mai.
“huuuusss”.Mama mai mengisyarat kan tanda diam sama mai jangan sampai
papa tiri nya tahu apa yang sedang di bicara kan oleh mereka berdua.
Ibu asih pun segera menemui suami nya di luar kamar maira,dan segera
memberi baju kemeja untuk suami nya.Ibu asih kelihatan seolah tidak
pedui terhadap mira,papa mira pun mulai sedikit curiga sama istri nya
itu.
“ma,,,,,,”
“iya pa,,,”
“kok papa perhatiin mama dari tadi seperti orang baru dapat hadiah besar wajah nya ceria sekali ma,,,,”
“emmm,,,,papa ini gimana sih,mama senang salah,mama diam juga salah,kenapa sih?”

Pak yanto pun mendekati isrtinya di dapur dan sedikit membujuk istri nya supaya tidak marah.
“bukan begitu ma,,,,papa minta maaf kalau papa salah,mama itu sudah baik
sekali sama papa dan mira,mama sudah merawat mira sejak dia umur 10
tahun,mama sanggup menggantikan mama baru buat dia ma,papa sayang mama”.
Pak yanto pun menyium kening istri nya itu dengan penuh kasih sayang.
“ooo,,iya ma,mira sudah puang belum ma?”
“seperti nya belum pa,nanti mama cari di tempat teman nya ya sama maira pa”
“iya ma,makasih ya ma,papa berangkat dulu ma,Assalamuaa’alaikum ma”
“waa’aaikum salam pa”
Sambil bersalaman dengan istri nya,pak yanto pun melangkah kan kaki nya
keluar dari dapur menuju garansi mobil nya yang sudah di tunggu sama
dadang dari tadi.

Cuaca hari ini mendung sekai,langit gelap berawan hitam,seakan-akan
Tuhan sedang memberi tanda kepada ibu dan anak itu atas perbuatan mereka
berdua.Ibu asih pun mulai mengunci semua pintu yang ada di ruangan itu,
begitu juga dengan jendela nya,karena hujan mulai turun begitu
deras,ibu asih meihat kearah jalan begitu gelap,tidak ada sebuah
kendaraan yang menerobos hujan deras itu.
Maira lagi mengotak atik laptop nya di kamar tiba-tiba saja bangun dan
mengunci jendela kamar nya,hujan di luar deras sekali seperti hujan
batu,maira rasa nya ingin pipis karena tidak sanggup dengan hawa
dingin,melangkah kaki nya kearah kamar mandi dan segera melepas kan
keinginan nya itu,tidak lama kemudian dia ingin bercermin tetapi dia
melihat sebuah tulisan dengan tinta merah di cermin itu,hingga dia
berteriak dengan keras.
“TAK AKAN LAMA KEJAHATAN KALIAN AKAN TERUNGKAP ha ha ha ! ! ! “
“HAaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,Mama tolong” Maira pun segera pergi dari
kamar mandi dan keuar dari kamar nya,di luar gelap sekai tidak ada satu
pun lampu yang hidup,sehingga mai harus berjalan pelan-pelan agar tidak
menabrak benda yang ada di depan nya.

Tiba-tiba saja kaki nya terpeleset dan badan nya jatuh tergulai diatas lantai.
“Aduuuhhh,,,,siapa sih yang buang kulit pisang sembarangan”.Maira hendak
bangun,dan berdiri kembali tetapi mata dia tertuju kepada sebuah
bayangan yang ada di depan mata nya,dia seakan melihat sosok bayangan
perempuan yang lagi berdiri di depan jendela nya berhadap kea rah jalan.
“”siapa kamu ! sedang apa kamu disana” Perempuan itu pun membalik kan
badan nya kearah maira dan membuat dia terkejut sehingga dia pingsan.
“Haaaaaaaaaaaaaa”

Mendengar teriakkan anak nya ibu asih langsung menuju ke ruang tamu
dimana bunyi suara itu muncul.Sampai disana dia melihat ruangan itu
gelap sekali,dan padahal tadi dia ada hidupin lampu nya.
“Siapa yang matiin lampu,padahal sudah aku nyala tadi”.Ibu asih pun
menyala kan kembali lampu di ruangan itu,dan melihat anak nya jatuh di
lantai dengan di seluruh tubuh bya di penuhi dengan darah.
“Oh,,Tuhan,,,kenapa ini dengan anak ku” Diangkat nya badan maira keatas pangkuan nya.
“Mai,,,,bangun mai,,,jangan tinggalin mama mai,,,,”
Maira mulai sadar dari pingsan nya segera di peluk tubuh mama nya.
“ma,,,mai takut ma”

Ibu asih mencoba menenang kan anak nya itu,dan berusaha menanya apa yang sedang terjadi kepada nya.
“kamu kenapa sayang,apa yang terjadi sayang,cerita sama mama”
Maira mulai mencerita kan kejadian tadi sama mama nya,tetapi mama nya enggak pecaya dan malah bilang kalau maira ngigo.
Semenjak kejadian sore itu maira mulai takut dan tidak barani tidur
sendiri lagi,ibu asih mencoba menenang kan anak nya supaya tidak trauma
dan ketakutan berlebihan.Malam sudah larut,ibu asih segera keluar dari
kamar anak nya,menuju kamar suami nya.
“Ma,,,papa sudah memuat kan iklan di Koran dan di televise untuk pencarian mira ma,,”
“iya pa,,,”

Ibu asih kelihatan bingung dan resah seperti orang yang lagi menghadapi masalah besar.
“Ma,,,mama kenapa?”
“pa,,,apa jangan-jangan mira diculik ya”
“Ah,,,mama yang enggak-enggak saja mama ini,mana mungkin lah ma,mira
kemarin kan bawa motor nya sendiri waktu ke kebun jadi enggak mungkin
dia nunggu angkot di dekat kebun kita yang sepi itu”

Ibu asih mulai memikir kan ide nya,tapi sudah duluan di saran kan sama suami nya yang enggak mungkin akan dia nolak.
“Ma,,,bagaimana kalau kita besok ke kebun ma?”
“emmm,,,boleh pa,mama setuju,jadi sekarang papa istirahat saja dulu ya”

Pak yanto menurut saja apa yang dikatakan sama istri nya itu.
satu jam kemudian suasana di rumah itu sudah sepi,di luar masih ada
hujan rintik-rintik,udara malam terasa dingin sekali,ibu asih merasa
tidak cukup satu selimut nya,dia mengambil selimut yang ada di dalam
lemri nya,tetapi tiba-tiba saja pintu kamar nya terbuka sendiri,ibu asih
kaget dan merasa heran kok bias perasaan dia sudah mengunci pintu kamar
nya.
“Ma,,,,,,,jangan tinggalin mira ma,,,mira kedinginan ma,,,hik hik hik”
Ibu asih keluar dari kamar nya,dan mencari siapa yang menangis
malam-malam gini,sedangkan maira sudah tidur dari tadi.Ibu asih melihat
sosok bayangan perempuan yang berdiri di tangga diseluruh tubuh nya di
penuhi dengan darah,secepat kilat perempuan itu memandang kearah ibu
asih.
“Tidak,,,,,itu tidak mungkin,kamu sudah mati,,,,,”.Ibu asih berlari
kearah kamar nya,dan segera mengunci pintu kamar nya.Dia sudah ketakutan
sekali dan tanpa melihat kearah kiri dan kanan segera naik ke atas
tempat tidur nya.

Pagi itu cuaca nya sedikit mendung,angin kencang sekali,pagi-pagi sekali
dadang keluar dari halaman rumah itu dengan mobil milik majikan nya.Ibu
asih heran,dan dalam hati nya bertanya-tanya mau pergi kemana si dadang
pagi-pagi gini.
Sudah seminggu maira dan mama nya di terror dengan arwah nya
mira,sedangkan papa nya mira masih enggak percaya kalau anak nya
kecelakaan dan jatuh dalam jurang sehingga motor dan tubuh nya terbakar.
Maira sudah berangkat kesekolah dengan di antar oleh dadang sopir yang
biasa di pakek buat pergi kemana-mana.Sampai di sekolah maira di tegur
oleh wali kelas nya ibu Ani.
“Maira,,,,”
“iya buk,,,,”

Mairan mendekati ibu ani yang berdiri dekat dengan perkiran mobil.Dia sedikit berbeda dan kelihatan nya sedikit takut.
“ibu mau nanya,mira kemana ya kok sudah seminggu enggak ada kabar kesekolah”
“emmm,,,anu buk,,,anu,,”
“iya kenapa?,mai,,,cerita sama ibu”
“Mira kecelakaan,dia jatuh dalam jurang motor nya terbakar tubuh dia juga ikut terbakar buk”
“Oh,,,tuhan,,,apa yang terjadi sama anak malang itu,sudah kasihan nasibnya Tuhan”
Maira berpamitan sama ibu ani,segera dia pergi dari dan menuju kearah
kelas nya yang dekat dengan kantin.Ibu ani curiga dengan sikap maira
yang salah tingkah seperti itu,dia berfikir seperti ada yang di
sembunyiin sama dia.

Komentar